Sastraku

Hujan saat ini mengingatkanku akan dirimu.

Kamu yang seperti Hujan dan sebelumnya penuh dikelilingi Mendung.
Mendung yang menyimpan banyak rahasia dan pertanyaan.

Begitu pula rahasia dan pertanyaanku kepadamu.
Apakah mungkin kamu mencintaiku?
Rahasia dan pertanyaan ini ada padaku, sebagaimana Mendung yang menyimpan rahasia untuk Hujan.

Dahulu pertemuan kita sedingin Hujan.
Susah berucap dan ‘tak mampu berkata lugas.
Karena sikap kita berdua yang begitu dingin.

Indah yang kudambakan dari Mendung adalah saat akan turun Hujan,
Namun sayang, ada Petir yang yang sangat kutakutkan.
Kamu ‘takkan pernah hadir kepangkuanku.

Rasa ini kian kentara kala Malam tiba.
Malam yang telah menyisakan cerita panjang kehidupanku.
Tentang pilu dan rinduku kepadamu.

Gelap malam pun, pernah menjadi saksi kerinduanku.
Atas rindu yang terhampar diujung paruh usiaku.
Usia yang kini telah beranjak dari masa mudaku.

Rasa di malam ini sepertinya sudah lama meninggalkanku
Dan ‘takkan mungkin untuk diputar kembali
Mengembalikan kamu yang telah pergi.

Hanya doakku kepada Tuhan sang Pencipta
Semoga kau berada disisi-Nya
Dengan kebahagiaan yang hakiki.

Banyak cerita yang ingin kuungkap
Namun rasanya tidak mungkin kulakukan
Bila hanya berujung deraian air mata.


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Popular posts from this blog

BLOG MEDIA PRAKTIS PEMBELAJARAN BAGI GURU DAN PESDIK

STARTUP PC LAMBAT

VERVAL YAYASAN