NASIHAT UNTUK PARA PELAJAR

Beberapa hari lalu aku mengunjungi kawanku, sebelum mahgrib, ketika kami sedang mengobrol datanglah putra dari kawanku itu dan dia menyalamiku, wajahnya pucat dan tampak lemas Aku berkata kepada dia “kenapa kau, Nak? Semoga baik-baik saja”

Ayahnya berkata: “dia baik-baik saja, dia hanya baru bangun tudur”

Aku menjawab: “Lho, kenapa dia tidur pada waktu seperti ini, waktu yang seharusnya dia tidak boleh tidur?”

“Agar nanti malam dia bisa begadang, dia malam ini akan begadang lagi sampai pukul 02 dini hari”

“untuk apa?”

“Persiapan untuk menghadapi ujian sekolah”

Aku berkata: “A'udzu billah! Apa yang dia lakukan ini (begadang untuk ujian) adalah cara paling cepat untuk gagal dalam ujian sekolah. Selama aku dalam jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai kuliah, sudah tak terhitung berapa kali aku mengikuti ujian sekolah, dan tak sekalipun aku gagal dalam ujian, bahkan aku selalu masuk dalam jajaran peringkat tertinggi, dan selama itu tak sekali pun aku begadang untuk ujian, bahkan aku lebih banyak tidur ketika hari-hari ujian daripada hari-hari biasa”

Si anak itu kaget mendengar ucapanku, “Hah, anda lebih banyak tidur ketika hari-hari ujian?!”

Aku menjawab: “iya, memang seharusnya seperti itu. Ujian sekolah adalah pertandingan. Apakah kau pernah melihat atlet petinju atau pegulat merusak stamina mereka dengan begadang sebelum pertandingan? Atau mereka akan istirahat lebih banyak, makan lebih banyak, menjaga stamina agar bisa masuk pertandingan dengan keadaan sehat dan semangat?

Nasihat pertama yang akan aku berikan untuk para pelajar yang hendak mengikuti ujian adalah dengan makan makanan yang enak dan tidur delapan jam”

Anak itu berkata: “terus bagaimana dengan waktu untuk belajar?”

Aku menjawab: “Percayalah padaku, Nak, waktu masih sangat panjang. Sebenarnya satu jam untuk belajar dengan kondisimu yang segar dan bugar itu lebih baik daripada belajar 4 jam dengan keadaanmu yang mangantuk dan lelah karena begadang, 4 jam yang engkau menyangka bahwa kau telah menghafal tapi sebenarnya tak sedikitpun yang bisa kau hapal dan pahami”

Dia berkata lagi: “baiklah, jika ini nasihat yang pertama, apa nasihat yang kedua?”

“Pertama engkau harus mengenal pola kepribadianmu, kemudian setelah itu kau harus tau gaya belajar yang cocok untuk kepribadianmu, setiap pelajar memiliki pola kepribadian masing-masing, ada yang ketika mendengar penjelasan dari guru dia cepat lupa, tapi ketika dia membaca sendiri apa yang dia hapal lebih melekat, dan ada yang ketika membaca dia cepat lupa, tapi ketika mendengar dari orang lain dia lebih cepat hapal. Maksudnya, ada dua tipe pelajar, ada yang (visual) ketika ujian dia hampir bisa mengingat halaman kitab, bahkan ingat posisi pembahasan dalam kitab, dan ada juga yang (auditori) ketika ujian dia hampir bisa mengingat suara guru ketika menjelaskan. Jika kau termasuk tipe yang visual maka kau sebaiknya belajar sendiri, tapi jika kau termasuk tipe auditori maka sebaiknya kau belajar bersama kawanmu, dia yang membaca dan kau cukup mendengarkannya”

Dia bertanya lagi: “Bagaimana caranya agar aku tau pola kepribadianku?”

“Sangat mudah, aku akan menulis sepuluh kosa kata secara acak yang tidak saling berhubungan seperti (buku, salon, tujuh belas, Harun Ar Rasyid, dan seterusnya) kamudian aku akan membacakannya untukmu satu kali, lalu kau menulis ulang kata-kata tadi dari apa yang kau hapalkan. Setalah selesai kita mulai lagi, aku akan menuliskan 10 kata secara acak, kemudian kau akan membacanya sendiri satu kali, lalu kau harus menulis ulang kata-kata tadi, jika hapalan dari apa yang kau dengarkan lebih banyak maka kau adalah auditori, jika hafalanmu lebih banyak dari apa yang kau baca sendiri maka kau termasuk tipe visual”

“Masya Allah, terus nasihat yang ketiga apa?”

“Kau harus memastikan belajarmu terjadwal rapi, terdiri dari bermacam-macam mata pelajaran, jika kau lelah belajar matematika dan berhitung beralihlah ke pelajaran sejarah atau Bahasa, jadikan peralihan pelajaran itu semacam istirahat dari pelajaran yang sebelumnya.

Cara terbaik menurutku dalam belajar adalah, pertama- tama dengan membaca seluruh materi secara cepat, setelah selesai, mulailah memperdalam pemahaman dari tiap bab materi, satu persatu, jika kau membaca sendiri jangan lupa selalu memegang alat tulis, jika ada materi yang penting berilah garis merah di bawah, dan jika ada penjelasan yang kurang penting berilah garis tipis di bawah, dan berikan tanda panah untuk tiap judul pembahasan yang penting

Setelah itu, mulai masuk kefasemuroja'ah(mengulang- ulangpelajaran), bawalah kitabmu dan berjalanlah di jalan yang sepi, hadirkan dalam pikiranmu dari tiap pembahasan kitab, satu persatu, bayangkan dirimu sedang ada dalam ujian dan pertanyaan ini dihadapkan kepadamu, jika kau bisa menjawab dari hafalanmu, lewati pertanyaan itu, jika kau tak bisa menjawab maka buka kembali kitabmu, lihatlah dan baca inti dari pembahasan, jika kau medapati dirimu sama sekali tak ingat pembahasan itu, maka ulangi membaca dari awal seluruh bab pembahasan.

Nasihat keempat, jangan sekali-kali kau takut, karena rasa takut dalam ujian tidak datang melainkan dari kedunguan, ketidak seriusan dalam belajar dan dari rasa cemas yang berlebih. Dan biasanya, rasa takut disebabkan dari satu perkara, perkara yang menjadi sebab dan sumber dari semua ketakutan. Yaitu, sebagian pelajar ketika melihat buku materi yang terlalu besar, sedang waktu yang dia miliki mepet dan sedikit, dia ingin menghafal semua isi pelajaran, tapi dia tidak bisa, maka datanglah rasa takut bahwa tidak bisa menyelesaikan seluruh hapalan ketika waktu ujian datang.

Keadaan mereka ini sama persis seperti seorang yang ingin berjalan dari kota Mazeeh (salah satu kota di Damaskus) menuju bandara agar tidak terlambat naik pesawat, dan dia hanya memiliki dua jam untuk itu. Jika dia berkata pada dirinya sendiri “bagaimana aku bisa sampai ke bandara?” atau dia malah lari tergesah gesah seperti orang gila, dia kelelehan sampai jatuh, maka dia tidak akan pernah sampai bandara. Tapi jika dia membagi waktu dan langkah dengan tepat, dan berkata pada diri sendiri “aku hanya perlu beljalan seratus langkah tiap menit” dan dia berjalan tenang dan mantap maka dipastikan dia akan bisa sampai bandara tepat waktu dan dalam keadaan selamat.

Masih berhubungan dengan nasihat keempat, sebagian pelajar sebelum hari H ujian, dia berdiri di depan ruangan ujian, dia mencoba mengingat-ingat semua pembahasan yang dia pelajari kitab, jika dia tidak bisa mengingat semua pembahasan tadi, dia akan beranggapan dia tidak hapal pelajaran sama sekali, maka dia mulai panik dan ketakutan. Sebenarnya ketika dia tidak bisa mengingat semua pelajaran itu wajar, karena memang mustahil untuk bisa mengingat semua pelajaran sekaligus, meskipun sebenarnya dia mengetahui pembahasan dari pelajaran tersebut.

Sekarang berapa banyak nama dari kawanmu yang kau hapal? Apakah kamu bisa menyebutkan semua nama itu dengan lancar dalam waktu yang singkat? Tidak akan bisa, tetapi jika salah satu dari kawanmu itu berjalan di depanmu, atau disebutkan ciri-cirinya, maka kau bisa menyebutkan namanya. Maknanya, kau tidak bisa menyebutkan sekarang juga, bukan berarti kau tak hapal, tidak adanya sesuatu di pikaranmu saat ini bukan berarti sesuatu itu hilang dari hafalanmu.

Nasihat kelima, jika kau sedang belajar suatu pelajaran, maka istirahatlah sejenak selepas belajar, atau lakukan apapun yang jauh dari pelajaran, agar apa yang telah kau pelajari barusan bisa menetap. Seorang pelajar yang ketika baru selesai belajar dia malah mengulangi-ulangi lagi, dia menganggap itu hal yang baik, padahal dia seperti orang yang sedang mengambil satu gambar (dengan kamera photographic atau kamera digital yang jadul), kemudian dia mengambil gambar untuk kedua kalinya tanpa mengganti layar atau memutar film, maka kedua gambar (pertama dan yang kedua) akan terhapus secara bersamaan.

Nasihat keenam, engkau harus istirahat cukup saat malam ujian, jangan belajar terlalu serius lagi, kau bisa membaca bacaan yang ringan, mengunjungi saudara atau teman, melakukan hal-hal menyenangkan yang bisa membuatmu lupa dari pikiran berat ujian, dan malamnya kau harus tidur sembilan jam, atau sepuluh jam jika bisa, tak perlu takut hapalan pelajaran akan hilang dari kepalamu. Ingatan manusia itu sangat aneh dan hebat, apalagi di usia muda sepertimu, apa yang terpatri dipikiranmu saat muda tidak akan terlupakan, dan sungguh, aku hari ini lupa apa yang aku makan kemarin sore, tapi aku masih ingat hafalanku sejak enam puluh atau tujuh puluh tahun yang lalu seperti aku bisa melihatnya saat ini, jika kau menonton suatu film di televisi yang telah kau tonton sepuluh tahun lalu kau mungkin bisa masih mengingatnya, tapi jika aku menanyai film yang terakhir kau tonton kau mungkin malah lupa.

Nasihat ketujuh, kau harus tau bahwa ujian adalah barometer yang bisa saja benar dan bisa salah, dan guru yang memeriksa kertas ulangan adalah manusia biasa, ketika dalam keadaan baik beliau bisa fokus dalam memeriksa kertas ulangan, dan terkadang beliau kelelahan dan tidak bisa benar- benar teliti dalam memeriksa, beliau manusia biasa yang bisa semangat dan bisa lelah, bisa benar dan bisa salah, nilai yang beliau berikan bisa berbeda antara satu dengan yang lain sesuai dengan keadaan dan emosi beliau, sesuai kondisi fisik beliau dan perasaan beliau.

Pernah ada suatu penelitian, seorang guru pengoreksi kertas jawaban diberi beberapa kertas hasil ujian, dia memeriksanya dan memberi nilai, setelah selesai kertas-kertas tadi dihapus nilainya dan diberikan lagi kepada guru yang sama, dia memeriksanya lagi, dan ternyata penilaian yang guru itu berikan tidak sesuai dengan penilaianya yang pertama, dua nilai itu berbeda lebih dari duapuluh persen.

Juga pernah percobaan, seorang guru diminta untuk memberi jawaban yang paling benar dan berhak mendapatkan nilai sempurna, kemudian jawaban itu ditulis ulang oleh orang lain dengan ada sedikit perubahan yang tidak berarti, ketika jawaban itu diberikan kepada guru tadi, guru itu hanya memberi nilai setengah untuk jawaban itu.

Seorang guru tidak menggunakan timbangan emas untuk memeriksa kertas jawaban, beliau bisa saja kebingungan untuk memerikan nilai enam puluh atau tujuh puluh, padahal mungkin saja selisih sepuluh nilai itulah yang menentukan kelulusan seorang murid atau kegagalannya. Dan bisa saja suatu kertas jawaban diperiksa oleh guru yang ketat dalam penilaiannya maka pemiliknya dinyatakan gagal, dan ketika kertas yang sama diperiksa oleh guru yang lebih gampang dalam penilaiannya, pemilik kertas itu dinyatakan lulus.

Jika kenyataannya seperti ini, solusinya bagaimana? Maka engkau harus memperjelas tulisan tanganmu,
karena tulisan tangan yang buruk dan tidak jelas adalah salah satu sebab yang paling sering menjadikan guru marah dan pusing, maka penilaian yang beliau berikan akan buruk dan menyebabkan pemiliknya gagal. Perbanyak memberi sub judul pada tiap jawaban, beri spasi dan jarak antara tiap poin dan pisahkan satu sama lain, jangan menulis kata yang tak penting dan keluar dari pembahasan, terkadang seorang pelajar keluar dari pembahasan pertanyaan dan menyebutkan Sesuatu yang tak perlu, dia berharap bisa memamerkan keilmuannya, tapi dia salah dalam jawaban dan malah memamerkan kebodohannya, akhirnya dia gagal dalam ujian.

Inilah kewajibanmu, tujuh nasihat inilah yang harus kau lakukan saat menghadapi tiap ujian.

Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, bekerja dengan baik, dan sayangnya, tidak semua kesuksesan itu bergantung dengan usaha dan pekerjaan yang baik.

Bayangkan ada dua orang sakit, mereka berdua berobat pada dokter yang sama, mendapat obat dan dosis yang sama, dirawat di satu rumah sakit dan satu ruangan, mendapat kualitas perawatan yang sama, dan pada akhirnya salah satu mati dan salah satu bisa sembuh. Kenapa? Semua kembali pada ketentuan Allah

Atau bayangkan ada dua orang yang membuka usaha baru, mereka berdua menjual satu dagangan yang sama, menggunakan metode penjualan yang sama, tapi salah satu dari mereka tiba tiba mendapat transaksi yang menjadikannya kaya raya, dan yang satunya lagi masih dalam keadaan yang sama. Kenapa? Semua kembali pada ketentuan Allah.

Aku sama sekali tidak menyuruh kalian untuk tidak berusaha, usaha tetaplah wajib kalian lakukan, seorang pelajar harus membaca dan mempelajari semua materi kitab yang diujikan, bahkan jika bisa dia juga harus membaca kitab rujukan yang lebih besar, karena barangkali ada pertanyaan yang keluar dari situ, tetapi setelah semua itu dilakukan, dia harus berserah diri pada Allah dan memohon kelulusan dari- Nya.

Ini adalah akhir dari nasihatku, tapi sebenarnya ini yang paling penting, aku tau, mungkin salah satu kalian akan mentertawakanku ketika aku mengatakan ini, terserah, dia bisa mentertawakanku atau bertakata apapun tentangku, tapi dia tidak bisa menyangkal kebenaran perkataanku atau mendatangkan dalil untuk menetapkan bahwa apa yang aku ucapkan ini salah.

Wahai para pelajar, jika kalian telah menyempurnakan persiapan untuk ujian, kalian telah berusaha sekuat tenaga, maka setelah semua itu, menghadaplah kepada Allah dan berdoa: “Ya Allah, aku telah berusaha sekuat tenagaku, dan ada beberapa hal yang bukan termasuk kuasaku, hanya Engaku satu-satu Dzat Yang Maha Kuasa, maka berilah aku kesuksesan dengan kuasa-Mu. Aku memohon agar jangan Engkau berikan kertas ulanganku kepada guru yang keras dan ketat dalam mengoreksi, atau guru yang tidak sungguh- sungguh dan ceroboh dalam mengoreksi, atau guru yang lelah dan tidak memberi nilai yang sesuai dalam mengoreksi.

Dan sebelum semua itu, periksalah dirimu, jika kau masih dalam keadaan maksiat dalam usaha dan pekerjaanmu, maka segera taubat kepada Allah. Jika kalian, wahai mahasiswi dan para pelajar putri, masih dalam keadaan maksiat dalam pakaian dan perangai kalian, atau kalian masih melakukan sesuatu yang dilarang oleh syariat islam, maka segeralah kembali dan taubat dari perkara tersebut. Jika kalian semua masih lalai dalam memenuhi kewajiban Allah, maka segara tinggalkan kelalaian itu, tegakkanlah kewajiban- kewajiban kalian, jauhi perkara-perkara yang dilarang, karena ini lah satu-satunya jalan menuju kesuksesan.

Ini bukan hanya perkataanku, tapi ini adalah Nasihat Imam Waki' (guru dari Imam Syafii) kepada Imam Syafii.

Imam Syafii berkata:

Aku mengadu kepada guruku, Imam Waki', tentang hafalanku yang buruk
Dan beliau menasihatiku agar aku meninggalkan kemasiatan
Dia berkata bahwa ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang maksiat.

Sumber Asli: Ali Thanthowi

Popular posts from this blog

BLOG MEDIA PRAKTIS PEMBELAJARAN BAGI GURU DAN PESDIK

STARTUP PC LAMBAT

VERVAL YAYASAN